<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asyiqin An Nabi</title>
	<atom:link href="http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asyiqinannabi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Oct 2011 12:42:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.4</generator>
		<item>
		<title>Sedekah Bukan Alat Materialistik</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=296</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=296#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 12:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat Semua. Akhir-Akhir ini, banyak orang yang salah menafsirkan dan menyelewengkan tentang tujuan sedekah dan amal-amalan akhirat lainnya sebagai motivasi untuk meraih keuntungan duniawi. Ada sebuah rumus: KALAU KITA BANYAK MEMBERI KITA AKAN LEBIH BANYAK MENERIMA Tidak ada yang salah dengan pernyataan ini, namun akan menjadi bencana besar jika hal ini diterapkan untuk aplikasi ibadah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="border: 1px solid black;" title="sedekah" src="http://pubrecord.org/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/zakat.jpg" alt="sedekah" width="375" height="503" />Sahabat Semua.</p>
<p>Akhir-Akhir ini, banyak orang yang salah menafsirkan dan menyelewengkan tentang tujuan sedekah dan amal-amalan akhirat lainnya sebagai motivasi untuk meraih keuntungan duniawi.</p>
<p>Ada sebuah rumus: KALAU KITA BANYAK MEMBERI KITA AKAN LEBIH BANYAK MENERIMA</p>
<p>Tidak ada yang salah dengan pernyataan ini, namun akan menjadi bencana besar jika hal ini diterapkan untuk aplikasi ibadah dengan tujuan untuk meraih keuntungan duniawi!</p>
<p>Bahkan yang bikin gempar “Sudah ada Rumus Matematika Sedekah” di antaranya sebagai berikut:</p>
<p>1. Shalat Dhuha 4 rakaat (2 kali masing-masing 2 rakaat) dapat membuka pintu rizki<br />
2. Meminta kepada Allah pada saat tahajjud<br />
3. Memelihara dan memberi makan anak yatim<br />
4. Sedekah 10% saja dari penghasilan, karena 2.5% saja tidak cukup<br />
5. Sedekah 10% dari jumlah yang diinginkan</p>
<p>Dengan konsep ini, jika kita ingin membeli rumah seharga Rp 100 juta, maka kita harus bersedekah sekitar Rp 10 juta terlebih dahulu.</p>
<p>Sebenarnya tidak ada masalah dengan sedekah dan tahajud serta menafkahi anak yatim. Lebih banyak lebih bagus, asal sesuai dengan ketentuan Rasulullah dan yang terpenting adalah NIAT. jangan sampai kita NIAT ibadah untuk tujuan Duniawi semata.</p>
<p>Marilah kita simak Firman Allh SWT berikut ini :</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia<br />
dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”</em> (QS. Hud [11] : 15-16)</p>
<p>Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhu- menafsirkan surat Hud ayat 15-16. Beliau –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya orang yang riya’, mereka hanya ingin memperoleh balasan kebaikan yang<br />
telah mereka lakukan, namun mereka minta segera dibalas di dunia.”</p>
<p>Ibnu Abbas juga mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, shalat atau shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia<br />
yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”</p>
<p>Perkataan yang sama dengan Ibnu ‘Abbas ini juga dikatakan oleh Mujahid, Adh Dhohak dan selainnya.</p>
<p>Qotadah mengatakan, “Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlash dalam beribadah (yang hanya ingin<br />
mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat”.<br />
(Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, tafsir surat Hud ayat 15-16)</p>
<p><em>“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat.”</em><br />
(QS. Asy Syuraa: 20)</p>
<p>Ibnu Katsir –rahimahullah- menafsirkan ayat di atas, “Barangsiapa yang mencari keuntungan di akhirat, maka Kami akan menambahkan<br />
keuntungan itu baginya, yaitu Kami akan kuatkan, beri nikmat padanya karena tujuan akhirat yang dia harapkan. Kami pun akan menambahkan nikmat padanya dengan Kami balas setiap kebaikan dengan sepuluh kebaikan hingga 700 kali lipat hingga kelipatan yang begitu banyak sesuai dengan kehendak Allah. … Namun jika yang ingin dicapai adalah<br />
dunia dan dia tidak punya keinginan menggapai akhirat sama sekali, maka balasan akhirat tidak akan Allah beri dan dunia pun akan diberi sesuai dengan yang Allah kehendaki. Dan jika Allah kehendaki, dunia dan akhirat sekaligus tidak akan dia peroleh. Orang seperti ini hanya merasa senang dengan keinginannya saja, namun barangkali akhirat dan dunia akan lenyap seluruhnya dari dirinya”.</p>
<p>Ats Tsauri berkata, dari Mughiroh, dari Abul ‘Aliyah, dari Ubay bin Ka’ab -radhiyallahu ‘anhu-, beliau mengatakan, “Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama dan kekuatan di muka bumi. Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih<br />
dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, Al Hakim dan Al Baiaqi. Al Hakim mengatakan sanadnya shahih. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini dalam <em>Shahih At Targhib wa At Tarhib</em>)</p>
<p>Terdapat pula riwayat dalam Al Baihaqi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umat ini diberi kabar gembira dengan kemudahan, kedudukan dan kemulian dengan agama dan kekuatan di muka bumi, juga akan diberi pertolongan. Barangsiapa yang melakukan<br />
amalan akhirat untuk mencari dunia, maka dia tidak akan memperoleh satu bagian pun di akhirat”.</p>
<p>Sahabat Semuanya,</p>
<p>LALU APAKAH KITA GAK BOLEH MEMINTA DUNIA?</p>
<p>Sahabat semua, Kita boleh meminta dunia ini, kalau bukan buat manusia lalu buat siapa? Tetapi hal itu harus lahir dari implementasi sikap tawadhu dan tawakal kita kepada Allah : La haula Wa la quwwata Illabillahil Aliyyil Adzim</p>
<p>Jangan NGOTOT Memohon dunia, Allah lebih tau yang terbaik buat kita, apa yang kita inginkan belum tentu baik dalam pandangan Allah, dan apa yang kita benci belum tentu buruk dalam pandangan Allah SWT.</p>
<p>Kita memohon Dunia sebatas apa yang kita perlukan, biarkanlah Allah yang mengatur seberapa besar Rezeki Kita di dunia ini, kita hanya bisa melaksanakan Sunatullah yakni Ikhtiar. Adapun hasil akhir serahkan kepada Allah SWT. Bersodakoh atau melakukan amalan ibadah lainnya untuk kepentingan dunia ini memang bisa MENJOSSS khan motivasi kita semakin melejit, namun DI AKHIRAT akan Bernilai 0 besar Allah akan melemparkan amal-amalan ke muka kita.</p>
<p>Beramallah dengan Ikhlas hanya mengharap Ridho Allah semata, Biarkanlah hati ini bebas dari rasa pamrih terhadap ibadah yang kita lakukan. Serahkan sama Allah SWT, jangan gadaikan amal ibadah kita dengan balasan yang sedikit, sedangkan Surga Allah SWT lebih Mewah dan balasan yang paling baik bagi orang-orang yang beriman.</p>
<p>Kalau Allah mentakdirkan kita jadi orang kaya, itu bukan karena Shodaqoh Kita, atau Bukan karena Amalan kita, melainkan ketetapan Allah dan Sifat Maha Rahman dan Rahimnya Allah SWT.</p>
<p>Mudah-mudahan ada manfaatnya, saya mengajak kepada diri sendiri dan bertaubat dari segala perkataan saya yang bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW, serta menganjurkan kepada Sahabat semua untuk sama-sama introspeksi diri atas ibadah yang kita lakukan.</p>
<p>Salam Sukses penuh Cinta. [<a href="http://memberikeajaiban.wordpress.com/2011/07/19/sedekah-bukan-alat-materialistik/" target="_blank">SUMBER</a>]</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=296</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agen baru Asyiqin An Nabi di Brunei Darussalam</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=293</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=293#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 06:41:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[agen asyiqin]]></category>
		<category><![CDATA[brunei darussalam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, setelah proses panjang dalam mendapatkan cap izin resmi dari Kementerian Agama dan bea cukai Brunei Darussalam, kini shalawat Asyiqin An Nabi mulai merambah ke negara tetangga.  Dapatkan info agen resmi kami di Brunei Darussalam di halaman &#8220;Agen&#8221;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, setelah proses panjang dalam mendapatkan cap izin resmi dari Kementerian Agama dan bea cukai Brunei Darussalam, kini shalawat Asyiqin An Nabi mulai merambah ke negara tetangga.  Dapatkan info agen resmi kami di Brunei Darussalam di halaman &#8220;Agen&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=293</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nejmi Chehab tampil di Tabligh Akbar RCTI</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=287</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=287#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 13:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[tabligh akbar rcti]]></category>
		<category><![CDATA[tampil live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Rabu kemarin, yaitu pada tanggal 3 Agustus, alhamdulillah Nejmi Chehab dan Asyiqin An Nabi tampil di siaran langsung Tabligh Akbar RCTI di Masjid Kubah Emas Depok membawa cuplikan lagu &#8220;Thalaal Badru&#8221; dan lagu baru berjudul &#8220;Shalawat Badar&#8221;. Pemirsa juga menyaksikan Nejmi Chehab tampil bersama Jikustik melantunkan ayat suci Al-Qur&#8217;an. Syukur Alhamdulillah acara tersebut berjalan lancar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu kemarin, yaitu pada tanggal 3 Agustus, alhamdulillah Nejmi Chehab dan Asyiqin An Nabi tampil di siaran langsung Tabligh Akbar RCTI di Masjid Kubah Emas Depok membawa cuplikan lagu &#8220;Thalaal Badru&#8221; dan lagu baru berjudul &#8220;Shalawat Badar&#8221;. Pemirsa juga menyaksikan Nejmi Chehab tampil bersama Jikustik melantunkan ayat suci Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Syukur Alhamdulillah acara tersebut berjalan lancar, dan Nejmi Chehab akan tampil kembali di acara Tabligh Akbar RCTI siaran langsung dari Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi pada hari Rabu depan tanggal 10 Agustus, kali ini akan tampil bersama Ustadz Ahmad Al-Habsyi dan Ungu.</p>
<p>Saksikan dan ikuti terus perkembangan di situs ini. Jangan lupa untuk add Asyiqin An Nabi di Facebook, dan aktifkan NSP Asyiqin An Nabi. Selamat Berpuasa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=287</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agen Baru Asyiqin An Nabi di Jawat Tengah dan Jawa Timur</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=262</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=262#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 13:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[agen asyiqin]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, bagi anda penggemar sholawat Asyiqin An Nabi di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, anda bisa mendapatkan CD original Asyiqin An Nabi di agen-agen resmi kami. Hubungi agen terdekat untuk mendapatkan CD-CD Asyiqin An Nabi. Kunjungi halaman Agen untuk melihat update terbaru.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, bagi anda penggemar sholawat Asyiqin An Nabi di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, anda bisa mendapatkan CD original Asyiqin An Nabi di agen-agen resmi kami.</p>
<p>Hubungi agen terdekat untuk mendapatkan CD-CD Asyiqin An Nabi. Kunjungi halaman Agen untuk melihat update terbaru. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=262</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyambut Ramadhan dengan Amalan Bulan Sya&#8217;ban</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=276</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=276#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 19:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudara seiman !!! Mari kita sambut bulan Ramadhan yang penuh berkah mulai bulan Sya’ban ini. Kita persiapkan diri kita baik fisik dan rohani untuk bulan yang penuh karunia tersebut. Mempersiapkan rohani kita adalah dengan mulai mempelajari hal-hal penting yang perlu kita amalkan selama bulan tersebut. Kita buka kembali pelajaran fiqhus-syiyam kita, yaitu  fikih berpuasa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara-saudara seiman !!!<br />
Mari kita sambut bulan Ramadhan yang penuh berkah mulai bulan Sya’ban  ini. Kita persiapkan diri kita baik fisik dan rohani untuk bulan yang  penuh karunia tersebut.</p>
<p>Mempersiapkan rohani kita adalah dengan mulai mempelajari hal-hal  penting yang perlu kita amalkan selama bulan tersebut. Kita buka kembali  pelajaran fiqhus-syiyam kita, yaitu  fikih berpuasa yang benar dan  sesuai ajaran. Kita sadarkan diri dan kesadaran kita akan pentingnya  bulan tersebut bagi agama dan keimanan kita.</p>
<p><img class="alignright" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLsGaMHLq-g/SnWCN5prKDI/AAAAAAAAAFs/T10jU1Nls8A/s320/munajat.jpg" alt="" width="250" height="243" />Secara  fisik, kita juga harus mempersiapkan diri di bulan ini dengan melatih  diri memperbanyak ibadah dan khususnya puasa. Itulah salah satu hikmah  kita dianjurkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban ini. Dan di bulan  Sya’ban ini juga ada malam nisfu sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan  Sya’ban. Lepas dari kuat tidaknya dalil mengenai amalam pada malam  tersebut, namun malam itu bisa kita jadikan waktu pengingat kembali akan  persiapan-persiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh  maghfirah. Berikut ini hadist-hadist seputar keutamaan bulan Sys’ban  semoga bisa kita baca dan amalkan:</p>
<p><strong>Anjuran Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban</strong></p>
<p>Dari Aisyah r.a. beliau berkata:”Rasulullah s.a.w. berpuasa hingga  kita mengatakan tidak pernah tidak puasa, dan beliau berbuka (tidak  puasa) hingga kita mengatakan tidak puasa, tapi aku tidak pernah melihat  beliau menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan  aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa selain bulan  Ramadhan kecuali pada bulan Sya’ban”. (h.r. Bukhari). Beliau juga  bersabda:”Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah  tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.</p>
<p>Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah s.a.w.:’Wahai Rasulullah,  aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa  (selain Ramadhan)  kecuali pada bulan Sya’ban? Rasulullah s.a.w. menjawab:”Itu bulan dimana  manusia banyak melupakannya antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu  perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin  ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa”. (h.r. Abu Dawud dan  Nasa’i).<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban</strong></p>
<p>Dari A’isyah: “Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud  panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena  curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak.  Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak  dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya  berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena  engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau,  malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam  ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini,  maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang  mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang  dengki” (H.R. Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang  tidak sambung ke Sahabat), namun cukup kuat.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.thedigitaltrekker.com/wp-content/uploads/2009/07/2006.10.16-17.12.45.jpg" alt="" width="354" height="241" />Dalam hadis Ali k.w., Rasulullah bersabda: “Malam nisfu Sya’ban, maka  hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya  Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: “Orang  yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku  beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan,  hingga fajar menyingsing.” (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).</p>
<p>Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail  A’mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun  melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya’ban,  dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya’ban jelas mempunyai  keutamaan dibandingkan dengan malam-malam lainnya.</p>
<p><strong>Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya’ban? </strong></p>
<p>Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat malam dan dengan puasa.  Adapun meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan berlebih-lebihan seperti  dengan salat malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya.  Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya  kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka’bah.</p>
<p>Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan  cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur’an, berdo’a dan  amal-amal salih lainnya. Wallahu a’lam [<a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1095&amp;Itemid=1">SUMBER</a>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=276</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isra&#8217; Mi&#8217;raj dan Hakikat Shalat</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=269</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=269#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 08:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[isra' mi'raj]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Allah berfirman dalam pembukaan surah Al Isra: &#8220;Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&#8221; Dari ayat ini bisa kita ambil beberapa pelajaran: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://www.ashrafiya.com/wp-content/uploads/2008/07/alaqsa1.jpg" alt="" width="308" height="272" />Allah berfirman dalam pembukaan surah Al Isra: <em>&#8220;Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&#8221; </em>Dari ayat ini bisa kita ambil beberapa pelajaran:</p>
<p>Pertama, bahwa yang Allah isra&#8217;-kan adalah hamba-Nya (abduhu). Kata hamba maksudnya adalah Rasulullah saw. Ini merupakan deklarasi dari Allah bahwa Rasulullah saw. adalah contoh hamba-Nya. Dialah yang harus dicontoh untuk mencapai derajat kehambaan. Tidak ada yang pantas diidolakan dalam perjalanan menuju Allah kecuali Rasulullah saw. Mengapa? (a) Allah memuji akhlaknya: <em>&#8220;Wa innaka laalaa khuluqin adziim (Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung)&#8221;</em> (QS. Al Qalam:4). (b) Rasulullah saw. dijamin masuk surga, maka siapa yang ingin masuk surga tidak ada pilihan kecuali dengan mencontohnya. (c) Perbuatan Rasulullah adalah terjemahan hidup dari Al Quran. Maka tidak mungkin seseorang paham maksud Al Quran tanpa merujuk kepada sirahnya. Kedua, bahwa isra miraj ini terjadi hanya semalam. Kata <em>lailan</em> pada ayat di atas, yang artinya &#8220;pada suatu malam&#8221; adalah penegasan terhadap makna tersebut. Dari sini nampak bahwa kejadian Isra mi&#8217;raj adalah mujizat. Sebab perjalanan sejauh itu di tambah lagi dengan naik ke langit lapis tujuh sampai ke <em>sidratul muntaha</em> adalah jarak yang tidak mungkin ditempuh dengan kendaraan apapun yang dimiliki manusia baik pada saat itu maupun pada zaman teknologi yang sangat canggih seperti sekarang ini. Untuk mencapai bintang terdekat saja dari bumi dengan mengendarai pesawat tercepat di dunia &#8220;Challanger&#8221; dengan kecepatan 20 ribu km perjam, para ilmuwan mengatakan itu membutuhkan 428 tahun. Sungguh luar biasa kejadian isra miraj sebagai bukti keagungan Allah sekaligus, sebagai bukti bahwa manusia bagaimana pun pencapain keilmuannya masih tetap tidak ada apa-apanya dibanding dengan kemahakuasaan Allah swt.</p>
<p>Ketiga, diikatnya antara dua masjid: masjid Al haram dan masjid Al Aqsha menunjukkan beberapa hal: (a) bahwa Allah swt. sangat mencintai masjid. (b) bahwa semua bumi ini diciptakan oleh Allah untuk tempat bersujud. (c) bahwa semua masjid di manapun berada adalah sama, milik hamba-hamba Allah. (d) bahwa siapapun yang mengaku beriman ia pasti mencintai masjid dan meramaikannya. Allah berifirman: <em>&#8220;Yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221;</em> (QS. At Taubah:18). Karena dalam sejarah kita menyaksikan nabi saw. selalu membangun masjid setiap singgah di suatu tempat.</p>
<p><img class=" alignleft" src="http://3.bp.blogspot.com/-Om33Hyuavh8/TafNGJa1KVI/AAAAAAAAADM/67-RGF0nxRY/s320/sujud.jpg" alt="sholat" width="285" height="248" /></p>
<p>Keempat, kata masjid identik dengan ibadah shalat. Dan perjalan Isra miraj juga identik dengan penerimaan ibadah shalat, langsung dari Allah swt. Tidak ada ibadah dalam Islam yang diserahkan langsung oleh Allah kepada Rasulullah saw. kecuali shalat. Selain shalat semua ibadah diterima melalui malaikat Jibril alahissalam. Dari sini nampak betapa agungnya ibadah shalat. Dalam pembukaan surah Al Muminuun ketika Allah swt. menyebutkan ciri-ciri orang mumin yang bahagia, penyebutan itu dimuali dengan shalat <em>&#8220;alladziina hum fii shalaatihim khaasyiuun&#8221;</em> dan ditutup dengan shalat <em>&#8220;walladziina hum alaa shalawaatihim yuhaafidzuun&#8221;.</em> Para ulama tafsir ketika menyingkap rahasia ayat ini mengatakan bahwa itu menunjukkan pentingnya shalat. Bahwa shalat merupakan barometer ibadah-ibadah yang lain. Bila shalat seseorang baik, maka bisa dipastikan ibadah-ibadah yang lain akan ikut baik. Sebaliknya bila shalat seseorang tidak baik, maka bisa dipastikan ibadah-ibadah yang lain tidak akan baik. Itulah makna ayat: <em>&#8220;Innash sholaata tanhaa anil fahsyaai wal mungkar (sesungguhnya shalat pasti akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar)&#8221; </em>(QS. Al Ankabuut: 45).</p>
<p>Di hari Kiamat pun kelak demikian. Shalat tetap menjadi barometer ibadah-ibadah yang lain. Karena itu Nabi saw. bersabda: <em>&#8220;Awwalu maa yuhasabu bihil abdu yaumal qiyaamati ashshalaatu (yang pertama kali kelak di hisab pada hari Kiamat adalah ibadah shalat)&#8221;.</em> <em>Wallahu alam bishshawab</em>. [<a href="http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/585-isra-miraj-dan-hakikat-shalat-.html" target="_blank">SUMBER</a>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=269</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qodha dan Qodar (Majelis Asyiqin An Nabi)</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=266</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=266#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 18:15:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majelis Ta'lim Asyiqin An Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[ketentuan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[majelis asyiqin an nabi]]></category>
		<category><![CDATA[qodha dan qodar]]></category>
		<category><![CDATA[ridho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Al Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad memberikan nasehatnya: adalah suatu kebodohan! Mengeluh, meratap, dan apapun yang sifatnya menolak qodha dan qodar Allah. Karena itu semua percuma, ketentuan Allah akan tetap berjalan, ketetapan Allah akan tetap berlaku, suka atau tidak suka dunia akan tetap berputar, garis nasib tetap berjalan sesuai rencana dan kehendak Allah. Tiada daya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="allah" src="http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2010/11/allah-gravure-medium.jpg" alt="" width="206" height="153" />Al Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad memberikan nasehatnya: adalah suatu kebodohan! Mengeluh, meratap, dan apapun yang sifatnya menolak qodha dan qodar Allah. Karena itu semua percuma, ketentuan Allah akan tetap berjalan, ketetapan Allah akan tetap berlaku, suka atau tidak suka dunia akan tetap berputar, garis nasib tetap berjalan sesuai rencana dan kehendak Allah.</p>
<p>Tiada daya dan sedikitpun kemampuan bagi seorang hamba untuk merubah malam menjadi siang, sebelum datangnya waktu yang telah ditetapkan oleh Allah. Begitu pula berbagai macam kejadian dan ujian baik yang datangnya dalam bentuk kesenangan atau pun kesulitan, merupakan ketentuan dan kehendak Allah yang keduanya harus kita terima dengan lapang dada.</p>
<p>Memahami qodha dan qodar merupakan rukun iman. Menurut pandangan Imam Alhaddad terdapat 3 tingkatan keimanan seseorang :</p>
<p>1.     Ridho dengan ketetapan dan ketentuan Allah, merupakan satu-satunya jalan memperoleh kelapangan hati dalam setiap keadaan.</p>
<p>2.     Husnudzon pada Allah</p>
<p>3.     Syukur, dapat bersyukur pada setiap keadaan merupakan derajat yang tertinggi dalam tingkatan keimanan seseorang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. RIDHO</p>
<p>Sayidina Ali bin Abi Thalib (karamullah wajhah) menjelaskan mengenai ujian kehidupan yang dating dalam dua bentuk: kemudahan dan kesulitan, namun sesungguhnya di dalam keduanya terdapat dua kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya: di dalam kesulitan kita sebagai hamba diminta Ridho atas ketetapannya dan di dalam kemudahan kita sebagai hamba diminta Bersyukur atas karunia yang diberikanNya.</p>
<p>Ridho adalah wajib dan merupakan pusaran iman dan ridho menempati maqam yang tinggi. Ridho artinya menerima dengan sesungguhnya atau tidak ada rasa tidak menerima di hati atas ketetapan Allah yang berlaku pada kita. Kapan seseorang dapat dikatakan Ridho adalah sewaktu ia mendapatkan kesulitan ia dapat tetap gembira seperti ketika ia memperoleh kenikmatan.</p>
<p>Barangsiapa yang tidak menerima ketika mengalami kesulitan maka carilah tuhan selain Allah atau sama saja dia tidak beriman pada Allah. Dan barangsiapa yang ridho dengan segala ketetapan dan rencana Allah maka ia memperoleh Ridho dari Allah. Artinya untuk memperoleh keridhoan Allah kuncinya adalah kita harus ridho menerima ketetapan dan ketetnuan Allah yang berlaku pada diri kita.</p>
<p><em>(Ikuti terus berita Asyiqin An Nabi untuk kelanjutan pembahasan tentang Qodha dan Qodar di Majelis Ta&#8217;lim Asyiqin An Nabi, Jakarta)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=266</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Maulid Nabi Saw, Tradisi Umat Islam Sedunia</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=259</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=259#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 11:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah Maulid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Hari Senin tahun 571 M. adalah hari kelahiran Nabi terakhir yang telah lama ditunggu-tunggu bangsa Arab. Hampir seluruh dunia muslim memperingatinya dengan upacara yang berbeda-beda. Annemarie Schimmel, menginformasikan kepada kita bahwa kecenderungan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw secara besar-besaran muncul pertama kali di Mesir selama era Fathimiyah (969-1171 M). Perayaan itu dihadiri oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="Muhammad" src="http://4.bp.blogspot.com/-GXCOT9nCzEw/TVaWovVxmFI/AAAAAAAAAHQ/s8_zxojAV6g/s1600/hat015.jpg" alt="" width="257" height="294" />Hari  Senin tahun 571 M. adalah hari kelahiran Nabi terakhir yang telah lama  ditunggu-tunggu bangsa Arab. Hampir seluruh dunia muslim memperingatinya  dengan upacara yang berbeda-beda.            Annemarie Schimmel, menginformasikan kepada kita bahwa kecenderungan  untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw secara besar-besaran  muncul pertama kali di Mesir selama era Fathimiyah (969-1171 M).  Perayaan itu dihadiri oleh para cerdik-cendikia dan para ulama. Mereka  mendengarkan pidato tentang sejarah Nabi. Di Irak Utara peringatan  Maulid Nabi dipersiapkan sejak awal bulan Muharram; pondok-pondok  didirikan bagi tamu-tamu yang datang dari luar kota.</p>
<p>Di  Turki, masjid-masjid dihiasi dengan lampu-lampu. Di Mesir, para  penguasa Mamluk, perayaan besar-besaran untuk memperingati Maulud  diselenggarakan di pelataran benteng Kairo. (Baca : Annemarie, Dan  Muhammad Adalah Utusan Allah). Di sebagian negara berpenduduk besar  muslim, hari itu diperingati dengan menyalakan obor di jalan-jalan  sambil pawai mengelilingi kota. Hampir semua kaum muslimin di dunia,  kecuali para pengikut Ibnu Taimiyah yang setia, tidak pernah  meninggalkan tradisi ini. Ibnu Taimiyah, tokoh Islam paling ortodoks,  memandang perayaan Maulid Nabi sebagai bid’ah, mengada-ada. Pandangan  ini kemudian diteruskan dengan semangat Islam yang radikal oleh Muhammad  bin Abdul Wahab, ulama terkemuka kelahiran Nejd, Saudi Arabia,  1703-1791. Para pengikutnya hari terus menyebarkan ajaran “maulid Nabi  sebagai praktik keagamaan yang sesat”. Pandangan ini ditolak diseluruh  dunia muslim.</p>
<p><img class=" alignleft" title="maulid di jakarta" src="http://images.detik.com/content/2007/04/13/157/maulid2.jpg" alt="" width="228" height="167" /></p>
<p>Di  Indonesia, perayaan maulid Nabi diselenggarakan di surau-surau,  masjid-masjid, majlis ta’lim dan di pondok-pondok pesantren dengan  beragam cara yang meriah dan dengan sejumlah acara, antara lain ;  khitanan masal dan berbagai perlombaan. Malam hari tanggal 12 Maulid  merupakan puncak acara. Biasanya mereka membaca sirah nabawiyah (sejarah  hidup Nabi sejak kelahiran sampai wafatnya), dalam bentuk prosa dengan  cara berganti-ganti dan kadang-kadang dengan dilagukan. Sebagian lagi  sejarah Nabi tersebut dikemas dalam bentuk puisi-puisi yang sudah  dipersiapkan. Salah satu puisi maulid Nabi saw ditulis oleh Syeikh  Barzanji. Tradisi Mauludan paling megah dan biasanya dihadiri ratusan  ribu orang diadakan di Kraton-Kraton di Jawa. Sejak menteri Agama  dijabat orang NU, konon K.H. Wahid Hasyim, peringatan Maulid Nabi  dijadikan sebagai hari libur Nasional dan diperingati di Istana negara.  Tahun-tahun terakhir peringatan ini diadalakan di Masjid Istiqlal dan  selalu dihadiri oleh Presiden.</p>
<p>Penulis  sirah Nabawiyah dalam bentuk puisi yang dibaca setiap peringatan Maulid  adalah Syeikh al-Barzanji bermazhab Mâlikî. Beliau sengaja menulis  puisi-puisi yang sederhana tetapi mempesona untuk menyambut kelahiran  Nabi Muhammad saw agar memudahkan masyarakatnya. Puisi-puisi ini  dinyanyikan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia setiap  peringatan Maulid. Biasanya puisi-puisi ini dibacakan sambil berdiri  sebagai penghormatan kepada Nabi yang dibayangkan hadir;</p>
<p><em>Aduhai Nabi, damailah engkau<br />
Aduhai Rasul, damailah engkau<br />
Aduhai kekasih, damailah engkau<br />
Sejahteralah engkau<br />
</em><br />
<em>Telah terbit purnama di tengah kita<br />
Maka tenggelam semua purnama<br />
Seperti cantikmu tak pernah kupandang<br />
Aduhai wajah ceria</em></p>
<p><em>Engkau matahari, engkau purnama<br />
Engkau cahaya di atas cahaya<br />
Engkau permata tak terkira<br />
Engkau lampu di setiap hati</em></p>
<p><em>Aduhai kekasih, duhai Muhammad<br />
Aduhai pengantin rupawan<br />
Aduhai yang kokoh, yang terpuji<br />
Aduhai imam dua kiblat</em></p>
<p>Selain  al-Barzanji, mereka juga biasa menyanyikan puisi al-Bushairi; “Qasîdah  Burdah”. Ibnu al-Jauzi seorang ulama bermazhab Hanbalî dengan sangat  indah menggambar persitiwa kelahiran Nabi yang agung itu. Katanya:  “Ketika Muhammad lahir malaikat menyiarkan beritanya dengan suara riuh  rendah. Jibrîl datang dengan suara gembira. ‘Arasy bergetar. Para  bidadari surga keluar menyebarkan wewangian. Ketika Muhammad lahir,  Aminah, sang ibunya, melihat cahaya menyinari istana Bosra. Malaikat  berdiri mengelilinginya dan membentangkan sayap-sayapnya”.</p>
<p>Peringatan  Maulid Nabi adalah tradisi umat Islam di seluruh dunia sepanjang  sejarah. Ia sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. Jika ia salah  atau sesat, niscaya seluruh dunia Islam tidak mentradisikannya. Sungguh  sangat naif, jika ada orang yang membid’ahkannya (menganggapnya praktik  yang sesat) hanya semata-mata karena Nabi tidak menyelenggarakannya atau  tidak ada pada masa Nabi. Ini adalah pandangan yang sangat kerdil dan  picik. Jika pandangan tersebut diterima secara luas, niscaya peradaban  Islam akan berhenti, lalu mati. Maka upaya-upaya sebagian orang untuk  menghentikan tradisi ini sama artinya dengan membunuh peradaban umat  manusia. “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat Allah memberikan  penghormatan kepada Nabi Muhammad.Wahai orang-orang yang beriman,  hormati, muliakanlah dan doakan keselamatan atasnya  sungguh-sunguh”.(Q.S. alAhzab [33]:56).</p>
<p>Penulis: KH. Husein Muhammad <a href="http://www.taghrib.ir/indonesia/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=643:peringatan-maulid-nabi-saw-tradisi-umat-islam-sedunia&amp;catid=64:monasebatha&amp;Itemid=150" target="_blank"><em>(SUMBER)</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=259</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Acara Asyiqin An Nabi</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=250</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=250#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 06:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kami telah memasang kalendar jadwal acara Nejmi Chehab dan Asyiqin An Nabi di website AsyiqinAnNabi.com, anda bisa menyimaknya dengan meng-klik pilihan menu &#8220;Jadwal Asyiqin An Nabi&#8221; diatas. Acara-acara yang akan datang untuk sementara ini diantaranya adalah Majelis mingguan ratib, shalawat dan ta&#8217;lim Asyiqin An Nabi, tampil live dan jumpa fans Wadi FM bogor dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, kami telah memasang kalendar jadwal acara Nejmi Chehab dan Asyiqin An Nabi di website AsyiqinAnNabi.com, anda bisa menyimaknya dengan meng-klik pilihan menu &#8220;Jadwal Asyiqin An Nabi&#8221; diatas.</p>
<p>Acara-acara yang akan datang untuk sementara ini diantaranya adalah Majelis mingguan ratib, shalawat dan ta&#8217;lim Asyiqin An Nabi, tampil live dan jumpa fans Wadi FM bogor dan wawancara Wadi FM Sumedang. Simak jadwal kami untuk melihat selengkapnya, atau <a href="http://www.asyiqinannabi.com/?page_id=239">klik di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=250</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto-foto Asyiqin An Nabi di acara Silaturahmi Wadi 91FM Purwakarta</title>
		<link>http://www.asyiqinannabi.com/?p=232</link>
		<comments>http://www.asyiqinannabi.com/?p=232#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 10:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.asyiqinannabi.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kami sudah memasang foto-foto dari acara silaturahmi bersama Wadi 91 FM Purwakarta dan wawancara di halaman Foto kami yang baru, klik di sini untuk melihatnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, kami sudah memasang foto-foto dari acara silaturahmi bersama Wadi 91 FM Purwakarta dan wawancara di halaman <em>Foto</em> kami yang baru, <a href="http://www.asyiqinannabi.com/?page_id=226">klik di sini</a> untuk melihatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asyiqinannabi.com/?feed=rss2&#038;p=232</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

